Kata Nokia berasal dari nama sebuah
komunitas yang tinggal di sungai
Emakoski di negara Finlandia Selatan. Nokia didirikan sebagai perusahaan penggilingan
pulp oleh Fredrik Idestam pada tahun
1865. Perusahaan Karet Finlandia kemudian mendirikan pabriknya di kawasan sekitarnya pada awal
abad ke-20 dan mulai menggunakan merek
Nokia.
Nokia 5800 XpressMusic memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Layar sentuh 3,2 inch 16,7 juta warna[5], beresolusi 360 x 640 pixel, dengan rasio tampilan 16:9.
- Dimensi 111 x 51.7 x 15.5 mm, 83 cc
- Massa 109 g
- S60 5th edition OS Symbian OS v9.4
- Quad band GSM / GPRS / EDGE: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
- Dual band UMTS / HSDPA: UMTS 900 / 2100 (5800-1) atau UMTS 850 / 1900 (5800-2 varian Amerika Latin and Brazil)
- hands-free speakerphone terinregrasi.
- Accelerometer untuk rotasi layar otomatis.
- Lensa 3.2 MP AF Carl Zeiss, dual LED flash, 3x digital zoom dan dukungan geotagging.
- GPS dengan fungsi A-GPS.
- FM Radio 87.5-108 MHz dengan RDS (maks. 20 stasiun).
- 3.5mm headphone/video-out jack and Nokia video-out cable CA-75U.[6]
- Slot kartu MicroSDHC (sampai dengan 32 GB) dan kartu 8GB termasuk di dalam dus.
- Micro-USB 2.0 connector, Bluetooth 2.0 (EDR/A2DP/AVRCP) and Wireless LAN[7].
- Tombol dan Metode Input[sunting | sunting sumber]
- Dukungan stylus, plectrum dan sentuhan jari untuk input teks dan tampilan antarmuka (tombol alphanumeric, papan ketik qwerty penuh dan mini, pengenalan tulisan tangan)
- Tombol sentuh Media Bar untuk akses ke musik, galeri, share on-line, Video Centre dan penjelajah web.
- Perintah suara
- tipskamera.com
- Tombol fisik untuk menu, kirim & mengakhiri, power, kamera, kunci, volume naik & turun.
Tak lama setelah usainya
Perang Dunia I, Perusahaan Karet Finlandia mengakuisisi Perusahaan Penggilingan Kayu Nokia dan Perusahaan Kabel Finlandia (sebuah produsen kabel
telepon dan
telegraf). Ketiga perusahaan tersebut digabung menjadi
Nokia Corporation pada tahun
1967. Kemudian dikembangkan menjadi mesin bubur kayu dan pembuat
kertas pada tahun 1920 dan merupakan pabrik pembuat kertas terkemuka di
Eropa.
Pada tahun
1950-an Chief Executive Officer (CEO) Björn Westerlund meramalkan, bahwa masa depan pertumbuhan beberapa sektor bubur kayu dan kertas akan terbatas dan sebagai gantinya dibangun sebuah divisi
elektronik di pabrik kabel
Helsinki, dari sinilah cikal bakal mulai menjurus ke sektor seluluer. Selama 15 tahun Nokia Elektronik mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan tetapi, dari semua kesalahan dan percobaan itu, secara bertahap justru terbangun keterampilan substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat. Tahun 1970-an Nokia dan pabrik pembuat
televisi Salora bergabung untuk mengembangkan telepon genggam (telepon seluler).
Pada tahun
1980-an seluruh Salora terintegrasi menjadi Nokia. Pada saat yang sama Nokia memperoleh operasi jaringan telepon dari Perusahaan Telekomunikasi Pemerintah Televa. Namun, tidak semua usaha yang dilakukan Nokia menjadi produsen telepon seluler terkemuka di dunia berjalan sukses. Tahun 1980-an perusahaan ini membeli pabrik televisi
Jerman, SEL, tetapi terpaksa meninggalkannya karena tidak berjalan mulus.